Dalam
Perdagangan Internasional, hubungan antarnegara tidak selalu berjalan dengan
lancar. Didalamnya terdapat beberapa
hambatan yang akan mempengaruhi kegiatan
perdagangan Internasional. Beberapa hambatan dalam perdagangan Internasional
adalah sebagai berikut
1) Perbedaan Mata Uang antara negara pengekspor dengan pengimpor.
Adanya perbedaan Mata Uang antara
negara satu dengan negara lain, seperti Rupiah dengan Dollar Amerika dapat mengurangi
kelancaran dalam transaksi perdagangan Internasional, Karena selain nilainya yang
berbeda, tidak semua orang Amerika bersedia dibayar dengan Rupiah, begitupun juga sebaliknya.
2) Adanya kebijakan impor yang diberlakukan suatu negara
Dengan adanya kebijakan impor yang
diberlakukan oleh suatu negara, maka akan
menghambat dan membatasi masuknya barang ke negara lain, karena masing masing
negara akan berusaha untuk melindungi produk dalam negerinya, seperti adanya
kuota impor atau larangan terhadap impor barang-barang tertentu.
3) Perbedaan bahasa antara negara pengekspor dengan pengimpor
Dengan adanya perbedaan bahasa antara negara pengekspor
dengan pengimpor, maka akan timbulnya hambatan perdagangan Internasional. Misalnya negara Indonesia dengan Filipina. Baik
negara importir maupun eksportir, keduanya harus saling berkomunikasi dan saling mengetahui maksud dan tujuannya satu sama lain, apabila
terdapat kendala dalam proses berkomunikasi
, maka kegiatan transaksi perdagangan antar kedua belah pihak menjadi semakin
sulit.
4) Adanya pemberlakuan kebijakan tarif impor yang tinggi
Untuk melindungi
produksi dalam negeri dari produk luar negeri, maka setiap negara akan melakukan suatu tindakan,
salah satunya adalah dengan memberlakukan tarif impor yang tinggi terhadap produk luar negeri yang akan masuk ke dalam negeri. Apabila tarif impor tinggi, maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik atau enggan untuk membeli barang impor. Hal itulah yang akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
5) Adanya Perbedaan ketentuan dan Peraturan
Setiap negara mempunyai ketentuan dan peraturannya sendiri
dalam mengatur perdagangan dengan negara lain. Dan tentu saja, ketentuan antara satu negara dengan
negara lainnya akan berbeda satu sama
lain. Hal tersebut yang dapat menghambat proses perdagangan Internasional, karena negara pengekspor
harus mematuhi ketentuan yang
berlaku di negara pengimpor, begitupun sebaliknya. Misalnya Indonesia
sebagai pengekspor tekstil ke Amerika, Indonesia
sebagai negara pengekspor harus mematuhi ketentuan ketentuan perdagangan yang sudah diberlakukan di Amerika.
6) Adanya organisasi ekonomi yang mementingkan negara anggotanya
Banyak organisasi ekonomi, baik regional
maupun internasional dibentuk untuk melindungi kepentingan dan memberikan
keuntungan bagi anggotanya, sehingga hal tersebut dapat menjadi penghambat bagi
negara lainnya yang bukan menjadi anggotanya dalam menjalankan perdagangan
Internasional. Misalnya ASEAN dan MEE, tentu saja kebijakan ekonomi atau perdagangan
yang dikeluarkan akan mementingkan dan menguntungkan anggotanya. Seperti
halnya pemberlakuan tarif impor yang tinggi terhadap negara-negara yang bukan menjadi
anggotanya sedangkan dengan anggotanya sendiri dikenakan tarif impor yang relatif lebih
rendah, bahkan dibebaskan.
7) Proses dan Prosedur ekspor impor yang panjang dan lama
Adanya proses dan prosedur ekspor impor yang panjang yang harus
dilalui serta banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi oleh negara eksportir
maupun importir, dapat menjadi penghambat dalam perdagangan Internasional.
8) Adanya Perang yang dialami suatu negara dan perompak.
Terjadinya perang serta keadaan
yang kurang aman, baik di darat maupun di laut dapat menjadikan penghambat
dalam Perdagangan Internasional, seperti terjadinya perang di negara Irak, banyaknya
perompak di Selat Malaka dan terjadinya konflik di negara lainnya, dapat
menghalangi para pelaku perdagangan dalam melakukan transaksi perdagangan
Internasional dan pengiriman barang ke negara lainnya menjadi terhambat.
VIDI RINALDY
1EB22
2C214032
UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI ATA 2014/2015